KPK Sita Sejumlah Dokumen dari Pendopo Kabupaten Malang

Kompas.com - 08/10/2018, 23:05 WIB
Pintu gerbang Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (8/10/2018) malam KOMPAS.com/ANDI HARTIKPintu gerbang Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (8/10/2018) malam

MALANG, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyita sejumlah berkas barang bukti saat menggeledah Pendopo Agung Kabupaten Malang yang ada di Jalan Agus Salim, Kota Malang, Senin (6/10/2018) malam.

Hal itu disampaikan Bupati Malang Rendra Kresna yang mendampingi proses penggeledahan itu. Rendra juga mengaku sudah menandatangani penyitaan barang bukti dan penggeledahan di rumah dinasnya itu.

Baca juga: KPK Geledah Pendopo Agung Kabupaten Malang

"Ada beberapa barang bukti yang juga sudah diambil. Dan saya tadi menandatangani satu, berita acara penggeledahan. Dua, berita acara tentang barang bukti dan ketiga STPBB. Itu yang saya tanda tangani," katanya.


Ketua DPW NasDem Jawa Timur itu mengatakan, barang bukti yang dibawa KPK berupa dokumen.

"Dokumen, ada dokumen kepegawaian, ada beberapa surat pengaduan dari masyarakat," katanya.

Baca juga: Setelah Geledah Pendopo, KPK Periksa Rumah Pribadi Bupati Malang

Salah satu surat pengaduan yang disita KPK adalah surat pengaduan tentang tagihan biaya kampanye dirinya saat mencalonkan diri sebagai Bupati Malang pada tahun 2015.

Seseorang yang mengatasnamakan kelompok tertentu menagih sejumlah dana yang dihabiskan untuk kampnye.

"Pengaduan masyarakat itu satu tentang tagihan biaya kampanye waktu periode kedua yang sempat ramai itu. Ada juga mengatasknamakan kelompok tertentu yang menagih kepada saya," katanya. 

"Saya tidak menjawab dan juga tidak memberikan karena saya tidak pernah juga melakukan kerja sama ataupun perikatan lah untuk melakukan kegiatan - kegiatan kampanye yang ia kemudian ngeklaim menghabiskan dana sekian." 

Selain itu, surat pengaduan yang juga disita oleh KPK terkait pengaduan tentang korupsi yang terjadi di Kabupaten Malang. Namun Rendra mengaku belum mengetahui dokumen korupsi tersebut.

"Ada juga pengaduan dari masyarakat tentang korupsi. Saya tidak terlalu membacanya karena itu saya tidak terlalu mendalaminya saya taruh saja pengaduan - pengaduan itu di meja saya. Karena itu kan ada banyak tembusan gitu kan," jelasnya.

Selain Pendopo Agung Kabupaten Malang, penyidik KPK juga menggeledah rumah pribadi Rendra Kresna yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Irwan, Bandar Narkoba yang Ditembak Mati, Berawal dari Jual Ikan dan Kelapa

Kisah Irwan, Bandar Narkoba yang Ditembak Mati, Berawal dari Jual Ikan dan Kelapa

Regional
Asyiknya Bersepeda Sambil Berwisata di Jembatan Holtekamp Jayapura

Asyiknya Bersepeda Sambil Berwisata di Jembatan Holtekamp Jayapura

Regional
Menteri Muhadjir: Muhammadiyah Organisasi Paling Berwarna dan Terbuka...

Menteri Muhadjir: Muhammadiyah Organisasi Paling Berwarna dan Terbuka...

Regional
Wabup Tanjung Jabung Timur: Ada Perusahaan Tak Mau Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Wabup Tanjung Jabung Timur: Ada Perusahaan Tak Mau Bantu Padamkan Kebakaran Lahan

Regional
Tolak Opsi Damai, Ni Luh Djelantik Janji Penuhi Panggilan Polda Bali

Tolak Opsi Damai, Ni Luh Djelantik Janji Penuhi Panggilan Polda Bali

Regional
Bayi Bermata Satu Meninggal Setelah 2 Jam Jalani Perawatan

Bayi Bermata Satu Meninggal Setelah 2 Jam Jalani Perawatan

Regional
Kisah Pemuda Asal Sragen Berbobot 140 Kg, Mesin Timbangan Rusak hingga Sehari Makan 8 Kali

Kisah Pemuda Asal Sragen Berbobot 140 Kg, Mesin Timbangan Rusak hingga Sehari Makan 8 Kali

Regional
Detik-detik Bandar Narkoba Tertembak di Kepala saat Dikejar Petugas

Detik-detik Bandar Narkoba Tertembak di Kepala saat Dikejar Petugas

Regional
Adian Napitupulu: Saya Dukung Jokowi Bukan untuk Kejar Jabatan

Adian Napitupulu: Saya Dukung Jokowi Bukan untuk Kejar Jabatan

Regional
Perekrut TKW Lily yang Meninggal di Malaysia Tiba-tiba Menghilang

Perekrut TKW Lily yang Meninggal di Malaysia Tiba-tiba Menghilang

Regional
Kabut Asap Pekat di Jambi: Jam 12 Siang Gelap, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin

Kabut Asap Pekat di Jambi: Jam 12 Siang Gelap, Warga Nyalakan Lampu dan Kipas Angin

Regional
Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Diselimuti Asap Pekat Kebakaran Lahan di Muarojambi, Siang di Desa Ini Seperti Jelang Malam

Regional
Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Mulan Jameela Ditetapkan Jadi Anggota DPR | Adian Napitupulu Tolak Tawaran Jadi Menteri

Regional
Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Anak yang Dipaksa Mengemis oleh Orangtua Kini Ditangani Dinas Sosial

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X