Ekskavasi Situs Suci Kerajaan Singosari Tak Diperpanjang, Pemkab Malang Akan Ambil Alih

Kompas.com - 20/03/2019, 12:14 WIB
Suasana ekskavasi situs di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (18/3/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKSuasana ekskavasi situs di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (18/3/2019)


MALANG, KOMPAS.com - Ekskavasi terhadap bekas bangunan suci Kerajaan Singosari di lokasi proyek Tol Pandaan- Malang, akan berakhir pada Kamis (21/3/2019).

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dipastikan tidak akan memperpanjang lagi proses penggalian situs purbakala itu.

Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhamad Said mengatakan, pihaknya tidak bisa memperpanjang ekskavasi itu karena terkendala anggaran.

"Program pemerintah sudah ditetapkan setiap tahun nih. Hanya sekian nih. Kalau melebihi itu terus uangnya dari mana. Kami ada jatahnya," kata Andi, saat diwawancara usai rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: 5 Fakta Ekskavasi Situs Purbakala di Tol Pandaan-Malang, Berasal dari Zaman Singosari hingga Ancam Proyek Tol

Andi mengatakan, ekskavasi bisa saja diteruskan namun harus mengubah pola penggunaan anggaran di lembaga yang khusus menangani peninggalan sejarah itu. Salah satunya adalah dengan mengalihkan anggaran kegiatan.

"Bukan berarti tidak bisa, tetap bisa tahun ini seandainya betul-betul dibutuhkan bisa mengubah kegiatan," ujar dia.

Meski ekskavasi oleh BPCB dihentikan, ekskavasi berikutnya tetap berada di bawah pengawasan BPCB. Sebab, ekskavasi harus dipimpin oleh seorang arkeolog.

Dukungan Pemkab Malang

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, pihaknya siap mengambil alih ekskavasi jika BPCB sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkannya.

"Kalau nanti dianggap bahwa memang harus ada salah satu lokasi sebagai situs yang perlu dilestarikan, kami dari Pemda sangat mendukung," kata Made.

Made Arya mengaku, akan mengajukan anggaran ekskavasi di APBD Perubahan Kabupaten Malang.

Baca juga: Jika Ekskavasi Situs Terus Meluas, Proyek Tol Pandaan-Malang Akan Dihentikan

"Kalau anggaran masih koordinasi dengan Pak Bupati dan masukan dari BPCB butuh anggaran berapa yang dibutuhkan nanti dianggarkan di PAK," kata dia.

Sementara itu, situs yang ditemukan di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37 Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diperkirakan merupakan bekas fondasi bangunan suci masa Kerajaan Singosari pada abad ke-13.

Hal itu berdasarkan pada temuan awal yang dianggap merupakan paduraksa dan tempat arca di belakangnya. Selain itu, di tengah komplek bangunan itu ditemukan altar yang menjadi tempat sesembahan warga terdahulu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Nakes RSUD Kardinah Tegal Terpapar Corona Selama Pandemi, 1 Dokter Meninggal

11 Nakes RSUD Kardinah Tegal Terpapar Corona Selama Pandemi, 1 Dokter Meninggal

Regional
Libur Panjang, Ridwan Kamil Kirim Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Jabar

Libur Panjang, Ridwan Kamil Kirim Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Jabar

Regional
Banjir dan Longsor Landa Kebumen, 1 Orang Tewas

Banjir dan Longsor Landa Kebumen, 1 Orang Tewas

Regional
Didesak Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Bupati Banyumas: Saya Yakini Tujuannya Baik

Didesak Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Bupati Banyumas: Saya Yakini Tujuannya Baik

Regional
Gubernur NTB Kunjungi Desa Terpencil di Pulau Sumbawa, Berjalan Kaki Sejauh 27 Km Selama 7 Jam

Gubernur NTB Kunjungi Desa Terpencil di Pulau Sumbawa, Berjalan Kaki Sejauh 27 Km Selama 7 Jam

Regional
APK Paslon Pilkada Kaltara Belum Dibagikan, Begini Penjelasan KPU

APK Paslon Pilkada Kaltara Belum Dibagikan, Begini Penjelasan KPU

Regional
Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis, Warga yang Tak Mau, Ya Enggak Apa-apa

Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis, Warga yang Tak Mau, Ya Enggak Apa-apa

Regional
Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan

Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan

Regional
Awalnya Tinggal di Kebun karena Takut Covid-19, Nikolaus Tanam Sayur dan Kini Berpenghasilan Belasan Juta Rupiah

Awalnya Tinggal di Kebun karena Takut Covid-19, Nikolaus Tanam Sayur dan Kini Berpenghasilan Belasan Juta Rupiah

Regional
Usai Tenggak Miras dan Berhubungan Badan, Pria Bunuh Selingkuhannya di Hotel

Usai Tenggak Miras dan Berhubungan Badan, Pria Bunuh Selingkuhannya di Hotel

Regional
Ditargetkan 5.000, Jumlah Tes Swab Harian di Bali Baru 2.000

Ditargetkan 5.000, Jumlah Tes Swab Harian di Bali Baru 2.000

Regional
Cinta Bersemi di Reuni SD, Berujung Pembunuhan

Cinta Bersemi di Reuni SD, Berujung Pembunuhan

Regional
Badak Kayu Ujung Kulon yang Bertahan Diterpa Tsunami dan Pandemi

Badak Kayu Ujung Kulon yang Bertahan Diterpa Tsunami dan Pandemi

Regional
Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa ULM Banjarmasin Ditetapkan Tersangka

Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa ULM Banjarmasin Ditetapkan Tersangka

Regional
Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X