Kisah Napi Perempuan Besarkan Anak di Penjara: ASI yang Utama hingga Fasilitas Bermain (2)

Kompas.com - 13/07/2019, 11:00 WIB
Lapas Perempuan Malang memang menjadi rujukan bagi tahanan dan napi perempuan yang hamil dan membesarkan anaknya di penjara. dok BBC IndonesiaLapas Perempuan Malang memang menjadi rujukan bagi tahanan dan napi perempuan yang hamil dan membesarkan anaknya di penjara.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com – Mengasuh anak di dalam penjara bukan hal yang tidak mungkin. Namun, hal ini harus dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan khusus bagi ibu dan anak

Seperti 12 anak di bawah usia dua tahun yang  tinggal di balik jeruji Lapas Perempuan Malang, Jawa Timur, bersama ibu mereka yang menjadi narapidana

Peraturan internasional Mandela Rules menerangkan tempat penahanan perempuan harus memiliki akomodiasi khusus untuk perawatan ibu hamil hingga setelah melahirkan.

Pihak tempat penahanan juga harus mengatur agar mereka melahirkan di luar penjara.

Peraturan internasional yang lain, The Bangkok Rules, mengatur tentang penyediaan akomodasi yang terkait dan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan kebersihan personal bagi perempuan, seperti kebutuhan saat menstruasi, hamil, melahirkan, serta pasca-melahirkan.

Baca juga: Korban Mutilasi di Banyumas Seorang Ibu Rumah Tangga Asal Bandung

Adapun pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 58 tahun 1999 yang mengatur kebutuhan makanan tambahan untuk ibu hamil dan menyusui.

Namun, merujuk survei kualitas layanan pemasyarakatan yang dilakukan Center for Detention Studies di 12 tempat penahanan perempuan dengan melibatkan sebanyak 385 narapidana dan 35 tahanan perempuan dalam empat periode berbeda sepanjang 2013-2015, hasilnya menunjukkan bahwa komitmen untuk memenuhi kebutuhan khusus perempuan belum diwujudkan dengan baik.

Salah satu peneliti, Lilis Lisnawati, menjelaskan anak usia bawah dua tahun memang diperbolehkan untuk tinggal dengan ibunya di dalam penjara. Namun permasalahannya, dari beberapa tempat penahanan perempuan yang dia survei, ruangannya tidak dipisah dengan tahanan dan narapidana yang lain.

Baca juga: Lapas di Jabar Kelebihan Kapasitas, Berdampak Penyimpangan Seks Napi

"Dia bareng dengan narapidana-narapidana lainnya. Jadi narapidana perempuan yang membawa anak, itu disatukan dengan teman-teman narapidana yang tidak membawa anak," jelas Lilis.

Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Ika Yusanti, mengatakan pihaknya sudah meratifikasi peraturan internasional dengan menempatkan ibu dan anak di ruang khusus di salah satu blok yang lokasinya berdekatan dengan poliklinik. Sehingga jika ada kebutuhan pelayanan kesehatan yang mendesak, mereka segera bisa ditangani.

Pemisahan ini juga dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi dari narapidana perempuan yang lain.

"Jadi sedikit sekali mereka bisa berinteraksi dengan narapidana-narapidana yang lain. Itu pun bukan berarti tidak bisa, tapi kesempatan untuk berinteraksi dengan narapidana lain menjadi terbatas karena jam berkegiatan kita ada batasannya," jelas Ika.

Fasilitas bermain

Beberapa lapas juga tidak memiliki fasilitas bermain, yang krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak seperti anak-anak yang lain.dok BBC Indonesia Beberapa lapas juga tidak memiliki fasilitas bermain, yang krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak seperti anak-anak yang lain.
Lilis menambahkan, beberapa lapas juga tidak memiliki fasilitas bermain, yang menurutnya krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak seperti anak-anak yang lain.

"Jadi dia nggak merasa seperti terkurung, walaupun sebenarnya dia belum sadar juga bahwa dia ada di mana. Tapi itu tetap berpengaruh," imbuhnya.

Namun, salah satu penghuni Lapas Perempuan Malang, YS, mengaku pemenuhan kebutuhan ibu dan anak di Lapas Perempuan Malang "memuaskan".

"Di sini kan ada imunisasi setiap bulan, kebutuhan tambahan buat bayi, terus seperti mainan-mainan," ujarnya.

Dijelaskan oleh YS, sesekali waktu anaknya bisa keluar dari ruang ibu dan anak, dan bermain di lapangan.

"Kalau nggak gitu biasanya main di playground di depan itu"

Baca juga: Kecewa Kantinnya Ditutup, Seorang Ibu Rumah Tangga Lapor ke Polisi

Diakui Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Ika Yusanti, kebutuhan untuk anak-anak balita bukan hanya makan dan nutrisinya, tapi juga bagaimana mereka diberikan kesempatan untuk tumbuh kembang di tempat yang baik.

"Di tempat yang sangat terbatas ini kami berupaya untuk memberikan itu secara maksimal, seperti contohnya tempat bermain. Di tempat kamarnya pun kami ada tempat untuk sekedar bermain, alat-alat bermainnya, alat-alat sekedar matras kami sediakan, memang dengan kondisi yang sangat terbatas," sebut Ika.

Pelayanan kesehatan sejak hamil hingga anak lahir

Di Lapas Perempuan Malang kini ada 12 ibu dengan balita dan ada satu narapidana perempuan lain yang sedang hamil.dok BBC Indonesia Di Lapas Perempuan Malang kini ada 12 ibu dengan balita dan ada satu narapidana perempuan lain yang sedang hamil.
Ika mengatakan di Lapas Perempuan Malang kini ada 12 ibu dengan balita dan ada satu narapidana perempuan lain yang sedang hamil.

"Usia kehamilan sekarang baru lima bulan. Dia akan kita persiapkan untuk melahirkan, nanti tetap dengan pantauan dari bidan atau paramedis yang di Lapas dan lainnya,"

Ika pula mengklaim lapasnya sudah mempunyai program pendampingan untuk perawatan narapidana yang hamil sampai melahirkan dan menyusui.

"Kami punya program bekerja sama dengan rumah sakit umum Syaiful Anwar sehingga perawatan ibu melahirkan semua biayanya ditanggung pemerintah, di daerah, lapas-lapas lain, entah itu di Jombang, mungkin tidak punya kerja sama seperti itu karena penghuni perempuannya sedikit," kata dia.

Anak bawaan yang lahir di penjara kemudian ditampung oleh Lapas. Anggaran khusus bagi mereka digelontorkan untuk memastikan kebutuhan khusus ibu dan anak terjamin.

Anak bawaan yang lahir di penjara kemudian ditampung oleh Lapas. Anggaran khusus bagi mereka digelontorkan untuk memastikan kebutuhan khusus ibu dan anak terjamin. dok BBC Indonesia Anak bawaan yang lahir di penjara kemudian ditampung oleh Lapas. Anggaran khusus bagi mereka digelontorkan untuk memastikan kebutuhan khusus ibu dan anak terjamin.

" Ibu hamil juga kelompok rentan, jadi anggaran khusus itu bisa diberikan kepada mereka. Support-nya ya susu, bubur bayi,itu kami berikan kepada mereka secara rutin. Juga makanan khusus untuk bayi."

Kalau selama ini kan ibu masaknya masak nasi, tapi untuk balitanya kami masak bubur. Jadi itulah mungkin kenapa dari lapas-lapas lain kalau ada narapidana hamil dirujuk di tempat kami karena kami sudah memiliki program dan anggaran khusus yang didukung pemerintah sehingga bisa sampai memberi pelayanan kesehatan termasuk perawatan untuk ibu dan anak balitanya.

Salah seorang perawat di poliklinik Lapas Perempuan Malang, Monicha Rika Ayu Adisti, menjelaskan sejak narapidana perempuan hamil, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil setiap bulannya, dimulai dari pemeriksanaan darah, denyut jantung janin, dan pemeriksaaan Leopold.

"Di usia [kandungan] yang sudah memasuki delapan bulan biasanya kami membawa rujukan ke RS Syaiful Anwar untuk dilakukan USG kandungan dengan pemeriksaaan NST, jadi untuk mengetahui rekam jantungnya si bayi," kata dia

Ketika si bayi sudah lahir, dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak setiap bulannya. dok BBC Indonesia Ketika si bayi sudah lahir, dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak setiap bulannya.

Ketika si bayi sudah lahir, dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak setiap bulannya.

"Itu biasanya kami koordinasi dengan Puskesmas Cipto Mulyo untuk dilakukan pada bayi-bayi yang baru lahir sampai usia sembilan bulan, meliputi BCG, DPT terus campak."

"Selain itu kami juga memberikan makanan pendamping ASI, seperti bubur , terus perlengkapan bayi seperti popok, baju bayi. Kami biasanya diberi bantuan dari gereja dan dari Aisyiah," jelas Monicha.

Waspada kondisi psikologis ibu

Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan mengatakan, selain pemenuhan hak-hak kesehatan, kondisi psikologis ibu yang merawat anaknya di penjara juga harus menjadi perhatian. dok BBC Indonesia Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan mengatakan, selain pemenuhan hak-hak kesehatan, kondisi psikologis ibu yang merawat anaknya di penjara juga harus menjadi perhatian.
Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan mengatakan, selain pemenuhan hak-hak kesehatan, kondisi psikologis ibu yang merawat anaknya di penjara juga harus menjadi perhatian.

"Masalahnya itu karena anak sampai pada usia dua tahun, ASI masih menjadi suatu prasyarat gizi yang bagus buat anak, maka ini yang harus diperhatikan. Tingkat stres seseorang juga pasti akan memperlancar ASI," ujarnya.

Berdasar pemantauan yang dilakukan Komnas Perempuan, belum sepenuhnya pemenuhan kebutuhan khusus ini terpenuhi karena banyaknya keterbatasan.

Misalnya, pelayanan kesehatan tidak selamanya tersedia di setiap lapas, sehingga fasilitas-fasilitas yang lain juga masih digabung dengan pelayanan umum.

Budi Wahyuni menjelaskan pula, seorang narapidana perempuan pernah memberi kesaksian bahwa untuk kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa bekerja di dalam penjara.

"Bekerjanya dilakukan dengan menerima cucian. Tetapi ketika mereka bekerja sebagai buruh cuci, anaknya tidak ada yang jaga sehingga terpaksa dititipkan teman perempuan yang ada di lapas," kata dia.

Baca juga: DE Batal Berangkat Haji karena Hamil Tua dan Diduga Manipulasi Tes Urine

Dia merekomendasikan adanya tempat penitipan anak di dalam penjara yang memungkinkan tahanan perempuan menitipkan anaknya secara aman dan nyaman ketika bekerja.

Budi Wahyuni menambahkan, yang perlu dikritisi adalah manakala perempuan dalam beban yang berlebih, jangan sampai yang muncul adalah pelampiasannya kepada anak.

"Dia sudah menjadi korban dalam hal ini, korban karena situasinya dia harus tinggal di lapas, jangan sampai dia justru akan menjadi pelaku kekerasan kepada anak," kata dia.

"Karena relasi kuasa ini sangat berpeluang menjadi pelaku kekerasan terhadap anaknya misalnya dengan kejenuhan dan kesetresannya dia menjadi tidak sabar. Yang saya soroti adalah bagaimana hak anak tidak terpenuhi karena ibunya stres dan ASI tidak keluar," lanjut Budi Wahyuni.

Setelah anak berusia dua tahun, dia tak lagi diperbolehkan tinggal bersama ibunya di dalam penjara.

Setelah anak berusia dua tahun, dia tak lagi diperbolehkan tinggal bersama ibunya di dalam penjara. dok BBC Indonesia Setelah anak berusia dua tahun, dia tak lagi diperbolehkan tinggal bersama ibunya di dalam penjara.

Kepala Lapas Perempuan Malang, Ika Yusanti, mengatakan pengasuhan anak diutamakan oleh keluarga inti, yakni ibu, kakak atau anak dari sang narapidana perempuan

"Kami tidak ingin memberikan kepada orang lain atau kepada pihak lain yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena kami juga menghindari kasus-kasus hukum yang berimbas dari penyerahan balita kepada orang yang kami anggap tidak bisa bertanggung jawab," ujarnya.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari modus penjualan anak yang tidak diinginkan.

Sementara, bagi keluarga yang tidak memiliki keluarga inti atau keluarga inti tersebut enggan mengasuh, maka anak tersebut akan diarahkan untuk dititipkan ke panti sosial milik pemerintah.

"Saya merasa itu adalah kebijakan yang paling aman daripada anak itu kita serahkan ke orang lain yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, baik pola pengasuhannya maupun status hukum anak tersebut," cetus Ika.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Munas di Bali, Kagama Siapkan 13 Roadmap Pembangunan Manusia bagi Jokowi

Munas di Bali, Kagama Siapkan 13 Roadmap Pembangunan Manusia bagi Jokowi

Regional
Kisah Fajri dan Seragam Lusuh, Nasib Pilu Siswa SD Filial di Perbatasan

Kisah Fajri dan Seragam Lusuh, Nasib Pilu Siswa SD Filial di Perbatasan

Regional
Angin Puting Beliung Landa Dusun Payungsari, Ciamis, 70 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Landa Dusun Payungsari, Ciamis, 70 Rumah Rusak

Regional
Sulitnya Pengungsi Bercinta di Lokasi Pengungsian, Sewa Penginapan hingga Minta Bilik Asmara

Sulitnya Pengungsi Bercinta di Lokasi Pengungsian, Sewa Penginapan hingga Minta Bilik Asmara

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Kalsel Perketat Penjagaan, Anjing Pelacak Diterjunkan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polda Kalsel Perketat Penjagaan, Anjing Pelacak Diterjunkan

Regional
Naik Motor dan Teriak 'Ada Bom' di Mako Brimob, Istri Sebut Suaminya Stres

Naik Motor dan Teriak "Ada Bom" di Mako Brimob, Istri Sebut Suaminya Stres

Regional
Aturan Bikin Sekolah Seolah Penjara, Guru Tak Berdaya, Siswa Pun Tak Bahagia

Aturan Bikin Sekolah Seolah Penjara, Guru Tak Berdaya, Siswa Pun Tak Bahagia

Regional
Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga, Ini Duduk Perkaranya

Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Sejumlah Papan Reklame dan Pohon Tumbang, Akses Jalan Purwokerto-Cilacap Tertutup

Sejumlah Papan Reklame dan Pohon Tumbang, Akses Jalan Purwokerto-Cilacap Tertutup

Regional
Pengeroyok Mantan Kakak Ipar hingga Tewas Terancam Hukuman Mati

Pengeroyok Mantan Kakak Ipar hingga Tewas Terancam Hukuman Mati

Regional
Ada Pelebaran Jalan, Puluhan Stan di Pasar Keputran Surabaya Digusur

Ada Pelebaran Jalan, Puluhan Stan di Pasar Keputran Surabaya Digusur

Regional
Pemprov Jateng Buka Pendaftaran Lelang 11 Jabatan, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Pemprov Jateng Buka Pendaftaran Lelang 11 Jabatan, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Regional
Polisi Selidiki Jenis Bahan Peledak yang Digunakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan

Polisi Selidiki Jenis Bahan Peledak yang Digunakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan

Regional
Lowongan CPNS untuk Cumlaude dan Disabilitas, Ini Syaratnya

Lowongan CPNS untuk Cumlaude dan Disabilitas, Ini Syaratnya

Regional
Driver Ojol di Pulau Ambon Tak Boleh Keluar Masuk Kantor Polisi

Driver Ojol di Pulau Ambon Tak Boleh Keluar Masuk Kantor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X