Universitas Brawijaya Harap Kasus Calo Terbongkar untuk Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum Internal

Kompas.com - 17/07/2019, 19:14 WIB
Suasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKSuasana kampus Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (17/7/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Pihak Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang masih menunggu perkembangan kasus di kepolisian untuk menelusuri dugaan adanya oknum internal yang terlibat calo seleksi masuk jalur mandiri.

Hal itu terkait sempat diamankannya MAK, salah satu terduga calo yang beroperasi di pintu gerbang Kampus Universitas Brawijaya.

MAK kedapatan membagikan amplop yang berisi selebaran yang menawarkan lolos seleksi mandiri lewat jalur belakang atau orang dalam.

Baca juga: Alasan Polisi Melepas Terduga Calo Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya

"Kami menunggu perkembangan dari polisi. Itu bosnya namanya H yang mengkoordinir itu. Orang itu kabur dan ditelpon berkali-kali tidak jawab," kata Ketua Tim Advokasi Hukum UB, Prija Djatmika, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/7/2019).

Prija mengatakan, berdasarkan hasil interogasi kepada MAK, ada 10 orang yang terlibat.

Di antaranya adalah H dan K yang merupakan suami istri. Keduanya diduga menjadi otak penyebaran brosur itu.

"Otaknya H ini sama istrinya K. Kalau H sama K ini ketangkap, baru tahu orang dalam siapa (oknum internal UB). Kalau ada nanti sama Pak Rektor mau dipecat itu," kata dia.

Pihaknya menyayangkan pihak Polres Malang Kota yang melepaskan MAK.

Sebab, pihak UB ingin kasus tersebut terbongkar supaya bisa mengetahui jika ada oknum internal UB yang bertindak sebagai orang dalam.

"Kami berharap kasus ini diteruskan sampai terbongkar jaringannya. Sampai terbongkar orang dalam itu siapa," ungkap dia.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X