Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Kompas.com - 21/11/2019, 21:11 WIB
Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKMenteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Kamis (21/11/2019).

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengatakan akan mencarikan jalan tengah terkait polemik aset perusahaan perjalanan umrah, First Travel.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan duduk bersama untuk membahas polemik itu supaya aset tersebut tidak disita negara dan tetap dikembalikan kepada para korban

“Kami akan duduk bersama-sama bagaimana mencari jalan tengah yang terbaik,” katanya usai menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Kamis (21/11/2019).

“Dalam waktu dekat mereka sudah minta waktu ketemu saya. Nanti kami duduk sama-sama,” jelasnya.

Baca juga: Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Meski begitu, Fachrul belum menegaskan jalan tengah apa yang hendak dibahasnya untuk mengakhiri polemik aset First Travel.

Fachrul mengaku, pihaknya kesulitan menentukan langkah untuk menyelesaikan polemik tersebut akibat ada putusan dari Mahkamah Agung (MA).

Keputusan itu menguatkan vonis Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung yang memutuskan agar barang bukti yang disita dalam perkara First Travel dirampas untuk negara.

“Kesulitan kami adalah karena sudah ada keputusan MA ya. Keputusan MA kan sudah inkrah, mengikat ya,” katanya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memutuskan agar barang bukti yang disita dalam perkara First Travel dirampas untuk negara.

Baca juga: Komisi VIII Bakal Panggil Kemenag Terkait Aset First Travel yang Dirampas Negara

 

Putusan MA itu menguatkan vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Depok dan Pengadilan Tinggi Bandung dalam perkara First Travel.

"Bahwa sebagaimana fakta di persidangan barang-barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan yang dilakukan oleh para terdakwa dan disita dari para terdakwa yang telah terbukti selain melakukan tindak pidana 'penipuan' juga terbukti melakukan tindak pidana 'pencucian uang'. Oleh karenanya, berdasarkan ketentuan Pasal 39 KUHP junto Pasal 46 KUHAP, barang-barang bukti tersebut dirampas untuk negara," demikian bunyi putusan tersebut seperti dilansir Kompas.com dari laman resmi Mahkamah Agung, Senin (18/11/2019).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa, Oknum Pembina Pramuka Kirim Pesan ke Facebook Korban

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa, Oknum Pembina Pramuka Kirim Pesan ke Facebook Korban

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Yogyakarta Bertambah

Jumlah Pasien Positif Corona di Yogyakarta Bertambah

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Dievakuasi ke Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Dievakuasi ke Taman Safari Indonesia

Regional
Tak Tahu Anaknya Dibunuh dan Diperkosa oleh Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Masih Menunggu di Depan Sekolah

Tak Tahu Anaknya Dibunuh dan Diperkosa oleh Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Masih Menunggu di Depan Sekolah

Regional
Kronologi Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Kronologi Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Bupati Aceh Tamiang Hapus Aturan Jam Malam Terkait Corona

Bupati Aceh Tamiang Hapus Aturan Jam Malam Terkait Corona

Regional
Pasien Positif Corona Meninggal di Lampung Barat, Tetangga Dusun Gotong Royong Gali Liang Lahat

Pasien Positif Corona Meninggal di Lampung Barat, Tetangga Dusun Gotong Royong Gali Liang Lahat

Regional
Ganjar Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 1 Triliun untuk Karyawan Terdampak PHK

Ganjar Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 1 Triliun untuk Karyawan Terdampak PHK

Regional
RSUD Pamekasan Terima Bantuan APD dari Orang Tak Dikenal

RSUD Pamekasan Terima Bantuan APD dari Orang Tak Dikenal

Regional
Kisah Blusukan Dompet Dhuafa Bagikan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Corona

Kisah Blusukan Dompet Dhuafa Bagikan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Aceh Tengah Dinyatakan Negatif

Seluruh ODP Corona di Aceh Tengah Dinyatakan Negatif

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Wakapolres Padang Pariaman Tunda Resepsi Pernikahan Putrinya

Cegah Penyebaran Corona, Wakapolres Padang Pariaman Tunda Resepsi Pernikahan Putrinya

Regional
Salurkan Bantuan Jack Ma, Pemprov Jabar Distribusikan 16.963 APD

Salurkan Bantuan Jack Ma, Pemprov Jabar Distribusikan 16.963 APD

Regional
Dukungan untuk Perawat, Ucapan di Telepon hingga Kiriman Makanan yang Tak Henti

Dukungan untuk Perawat, Ucapan di Telepon hingga Kiriman Makanan yang Tak Henti

Regional
Bupati Morowali Utara yang Meninggal Positif Corona, Satgas Telusuri Kontak 10 Hari Terakhir

Bupati Morowali Utara yang Meninggal Positif Corona, Satgas Telusuri Kontak 10 Hari Terakhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X