Dinilai Lalai, Kepala Sekolah SMPN 16 Malang Dipecat

Kompas.com - 10/02/2020, 13:45 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata usai melihat kondisi MS, siswa korban bully di Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata usai melihat kondisi MS, siswa korban bully di Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang, Rabu (5/2/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Malang Sutiaji memecat kepala sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 16 Kota Malang, Syamsul Arifin.

Pemecatan itu merupakan imbas dari kasus perisakan yang menimpa salah satu siswa di sekolah itu. MS (13).

"Tidak usah menunggu waktu. Sekarang sudah ditarik. Kepala sekolah sudah ditarik begitu juga dengan waka (wakil kepala sekolah)," kata Sutiaji di Balai Kota Malang, Senin (10/2/2020).

Baca juga: Fakta Baru Siswa Korban Bully di Malang, Tubuhnya Sempat Dibanting ke Paving

Langkah itu diambil berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan Inspektorat Pemerintah Kota Malang. Kepala dan wakil kepala sekolah dinilai lalai.

Pemecatan itu mengacu PP Nomor 53 Tahun 2015 tentang Disiplin Pegawai dan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan.

"Di sana sudah diatur secara khusus ada pelanggaran ringan, ada pelanggaran sedang, ada pelanggaran berat. Dan kepala sekolah sudah ditarik, sudah dibebastugaskan, termasuk wakilnya," jelasnya.

Pemerintah Kota Malang juga mempertimbangkan memberikan sanksi kepada para guru yang diduga terkait dengan kasus perisakan itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Malang Zubaidah juga mendapatkan peringatan. Zubaidah dinilai mengeluarkan pernyataan tak sesuai dengan kejadian perisakan.

"Kepala dinas sudah kami lakukan peringatan. Sudah kami beri batas waktu. Pelanggaran kepala dinas itu hanya ceroboh membuat statement. Karena informasi yang didapat dari sekolah tidak dianalisa terus membuat statement itu," kata Sutiaji.

Diberitakan sebelumnya, MS (13) menjadi korban perisakan teman sekolahnya pada 15 Januari 2020.

Akibat perisakan itu, MS harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang.

Baca juga: Khofifah Minta Korban dan Pelaku Bully di SMP 16 Malang Didampingi

Sejumlah bagian tubuh MS mengalami lebam akibat dibanting ke paving dan pohon oleh teman-temannya. Bahkan, jari tengah tangan kanan MS harus diamputasi.

Kasus itu sudah ditangani Polresta Malang Kota dan sudah masuk tahap penyidikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berujung Maut, Kepala SMPN 1 Turi Sebut Susur Sungai Program Rutin

Berujung Maut, Kepala SMPN 1 Turi Sebut Susur Sungai Program Rutin

Regional
Pencarian 2 Korban Susur Sungai Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelam

Pencarian 2 Korban Susur Sungai Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelam

Regional
5 Fakta Musibah Susur Sungai SMPN di Sleman, 8 Siswa Tewas hingga Kepala Sekolah Mengaku Tidak Tahu

5 Fakta Musibah Susur Sungai SMPN di Sleman, 8 Siswa Tewas hingga Kepala Sekolah Mengaku Tidak Tahu

Regional
Curhat Seorang Ibu ke Jokowi Ini Bikin Menteri hingga Gubernur Terdiam

Curhat Seorang Ibu ke Jokowi Ini Bikin Menteri hingga Gubernur Terdiam

Regional
Soal Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Komisi X Sebut Sekolah Mestinya Perhatikan Cuaca

Soal Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Komisi X Sebut Sekolah Mestinya Perhatikan Cuaca

Regional
Bercanda di Genangan Air Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Bercanda di Genangan Air Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Regional
SBY Bangun Museum, Khofifah Siapkan Penerbangan Printis ke Pacitan

SBY Bangun Museum, Khofifah Siapkan Penerbangan Printis ke Pacitan

Regional
Sambil Latihan Militer, Kopassus Gelar Bakti Sosial di Bandung Barat

Sambil Latihan Militer, Kopassus Gelar Bakti Sosial di Bandung Barat

Regional
Pencarian 2 Korban Hanyut di Sungai Sempor Dihentikan Sementara

Pencarian 2 Korban Hanyut di Sungai Sempor Dihentikan Sementara

Regional
Ambulans Pembawa Jenazah Tabrak Motor, Dua Orang Tewas

Ambulans Pembawa Jenazah Tabrak Motor, Dua Orang Tewas

Regional
Kasus Susur Sungai di Sleman, Polisi Periksa 13 Saksi, Pembina Pramuka Jadi Tersangka

Kasus Susur Sungai di Sleman, Polisi Periksa 13 Saksi, Pembina Pramuka Jadi Tersangka

Regional
Dukun Pengganda Uang di Karawang Dibunuh Pasiennya Sendiri

Dukun Pengganda Uang di Karawang Dibunuh Pasiennya Sendiri

Regional
Pasca Kerusuhan, Kepala Rutan Kelas II B Kabanjahe Dicopot

Pasca Kerusuhan, Kepala Rutan Kelas II B Kabanjahe Dicopot

Regional
Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Mahfud MD Tegur Sekolah

Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Mahfud MD Tegur Sekolah

Regional
Polisi Tetapkan Guru SMP sebagai Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman

Polisi Tetapkan Guru SMP sebagai Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X