Tampilan Webinar Wapres Ma'ruf Penuh Coretan, UIN Malang: Pesertanya Lebih 1.000 Orang

Kompas.com - 05/06/2020, 17:58 WIB
Hasil layar tangkap video Wakil Presiden Maruf Amin yang dicoret-coret dalam tayangan webinar yang diselenggarakan UIN Malang, Kamis (3/6/2020). ISTIMEWAHasil layar tangkap video Wakil Presiden Maruf Amin yang dicoret-coret dalam tayangan webinar yang diselenggarakan UIN Malang, Kamis (3/6/2020).

MALANG, KOMPAS.com- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Abdul Haris mengatakan, ribuan peserta mengikuti webinar yang dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Webinar bertajuk 'Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life' itu menarik perhatian setelah muncul dugaan kasus peretasan.

Dugaan peretasan terjadi saat tayangan video pemaparan materi Ma'ruf Amin diputar penyelenggara.

"Yang jelas peserta lebih dari 1.000 (orang). Jadi yang mau masuk itu banyak sekali. Maklum karena narasumbernya seorang kiyai, seorang ulama, tokoh masyarakat," kata Abdul Haris saat dihubungi, Jumat (5/6/2020).

Hal itu, kata dia, membuat banyak orang yang ingin mendengarkan penjelasan Ma'ruf dalam webinar itu.

Baca juga: Webinar yang Dihadiri Wapres Diduga Diretas, UIN Malang Minta Penjelasan Zoom

"Jadi sangat mungkin orang ingin tahu apa penjelasan beliau terkait dengan ekonomi syariah yang dikaitkan dengan new normal life ini," jelas Abdul Haris.

Tapi, Abdul Haris enggan menduga aksi peretasan terjadi karena peserta yang mencapai ribuan orang.

Ia menyerahkan masalah itu kepada Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maulana Malik Ibrahim untuk menyelidiki dan meminta penjelasan ke pihak pengelola aplikasi Zoom.

"Kita serahkan kepada PTIPD. Itu kan ahlinya. Itu kan pelajaran bagi kita semua bangsa Indonesia," jelasnya.

Menurut Abdul Haris, UIN Maulana Malik Ibrahim memiliki aplikasi sendiri untuk konferensi video. Tapi, kapasitas peserta yang bisa mengikuti acara di aplikasi itu masih sedikit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Nakes RSUD Kardinah Tegal Terpapar Corona Selama Pandemi, 1 Dokter Meninggal

11 Nakes RSUD Kardinah Tegal Terpapar Corona Selama Pandemi, 1 Dokter Meninggal

Regional
Libur Panjang, Ridwan Kamil Kirim Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Jabar

Libur Panjang, Ridwan Kamil Kirim Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Jabar

Regional
Banjir dan Longsor Landa Kebumen, 1 Orang Tewas

Banjir dan Longsor Landa Kebumen, 1 Orang Tewas

Regional
Didesak Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Bupati Banyumas: Saya Yakini Tujuannya Baik

Didesak Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Bupati Banyumas: Saya Yakini Tujuannya Baik

Regional
Gubernur NTB Kunjungi Desa Terpencil di Pulau Sumbawa, Berjalan Kaki Sejauh 27 Km Selama 7 Jam

Gubernur NTB Kunjungi Desa Terpencil di Pulau Sumbawa, Berjalan Kaki Sejauh 27 Km Selama 7 Jam

Regional
APK Paslon Pilkada Kaltara Belum Dibagikan, Begini Penjelasan KPU

APK Paslon Pilkada Kaltara Belum Dibagikan, Begini Penjelasan KPU

Regional
Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis, Warga yang Tak Mau, Ya Enggak Apa-apa

Gubernur Banten: Vaksin Covid-19 Gratis, Warga yang Tak Mau, Ya Enggak Apa-apa

Regional
Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan

Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan

Regional
Awalnya Tinggal di Kebun karena Takut Covid-19, Nikolaus Tanam Sayur dan Kini Berpenghasilan Belasan Juta Rupiah

Awalnya Tinggal di Kebun karena Takut Covid-19, Nikolaus Tanam Sayur dan Kini Berpenghasilan Belasan Juta Rupiah

Regional
Usai Tenggak Miras dan Berhubungan Badan, Pria Bunuh Selingkuhannya di Hotel

Usai Tenggak Miras dan Berhubungan Badan, Pria Bunuh Selingkuhannya di Hotel

Regional
Ditargetkan 5.000, Jumlah Tes Swab Harian di Bali Baru 2.000

Ditargetkan 5.000, Jumlah Tes Swab Harian di Bali Baru 2.000

Regional
Cinta Bersemi di Reuni SD, Berujung Pembunuhan

Cinta Bersemi di Reuni SD, Berujung Pembunuhan

Regional
Badak Kayu Ujung Kulon yang Bertahan Diterpa Tsunami dan Pandemi

Badak Kayu Ujung Kulon yang Bertahan Diterpa Tsunami dan Pandemi

Regional
Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa ULM Banjarmasin Ditetapkan Tersangka

Buntut Demo Tolak UU Cipta Kerja, 2 Mahasiswa ULM Banjarmasin Ditetapkan Tersangka

Regional
Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Prajurit TNI Masuk Gorong-gorong di Sumedang, Angkut 5 Kuintal Sampah, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X