Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Kompas.com - 03/07/2020, 22:35 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang akhirnya menyiapkan rumah isolasi untuk pasien Covid-19.

Rumah isolasi itu bertempat di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jalan Kawi, Kota Malang. Gedung tersebut berkapasitas 60 pasien.

Baca juga: Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, ada tiga kriteria pasien yang akan ditempatkan di rumah isolasi itu.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala, pasien yang rumahnya dinilai tak layak, dan pasien yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Tiga hal ini yang menjadi rujukan saat mengalihkan (memindahkan) pasien confirm positif yang sedang menjalankan isolasi mandiri," katanya saat meminjau kesiapan rumah isolasi itu, Jumat (3/7/2020).

Pasien boleh menjalankan karantina mandiri jika fasilitas di rumahnya mendukung. Sebab, Pemkot Malang khawatir pasien Covid-19 menularkan virus kepada keluarga lain.

Pasien positif Covid-19 yang disiplin menjalankan protokol kesehatan diizinkan menjalankan karantina mandiri.

Selama ini, pasien yang tidak disiplin menjalani isolasi mandiri menyebabkan munculnya penyebaran virus corona klaster keluarga.

Klaster itu mendominasi tambahan kasus Covid-19 di Kota Malang.

Sofyan Edi mengatakan, pertimbangan untuk menempatkan pasien di rumah isolasi akan diserahkan ke pihak Dinas Kesehatan.

"Pertimbangan lapangan diserahkan ke Dinkes," jelasnya.

Baca juga: Wanita yang Bermain Tiktok di Jembatan Suramadu Diburu, Polisi: Harus Minta Maaf

Kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus bertambah. Tercatat, 234 kasus positif Covid-19 hingga Jumat (3/7/2020).

Rinciannya, 65 pasien sembuh, 151 pasien dirawat, dan 18 pasien meninggal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Tak Diberi Pulsa Rp 100.000, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil Pacar di Medsos

Regional
Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Video Aliran Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa Viral, DLH Turun Tangan

Regional
Saat Kapal Perang Digunakan Demi Pilkada

Saat Kapal Perang Digunakan Demi Pilkada

Regional
Fakta Anak Aniaya Ibu Kandungnya, Berawal dari Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Fakta Anak Aniaya Ibu Kandungnya, Berawal dari Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem

Regional
Penjabat Gubernur Kepri Usulkan Nama untuk Jembatan Batam-Bintan

Penjabat Gubernur Kepri Usulkan Nama untuk Jembatan Batam-Bintan

Regional
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Siap Maju Pencalonan Ketua Umum PPP

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Siap Maju Pencalonan Ketua Umum PPP

Regional
Penyebab Kota Bandung Menjadi Zona Merah Covid-19

Penyebab Kota Bandung Menjadi Zona Merah Covid-19

Regional
Polda Lampung Buka Pendaftaran Calon Bintara Polri Proaktif

Polda Lampung Buka Pendaftaran Calon Bintara Polri Proaktif

Regional
Pria Ini Ditangkap karena Timbun 4 Ton Pupuk Subsidi, Dijual Rp 320.000 Per Kuintal

Pria Ini Ditangkap karena Timbun 4 Ton Pupuk Subsidi, Dijual Rp 320.000 Per Kuintal

Regional
Melawan Saat Ditangkap, Oknum Perangkat Desa yang Cabuli Belasan Anak Ditembak

Melawan Saat Ditangkap, Oknum Perangkat Desa yang Cabuli Belasan Anak Ditembak

Regional
Anak yang Aniaya Ibu Kandungnya karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Anak yang Aniaya Ibu Kandungnya karena Tak Diberi Uang untuk Beli Rokok dan Lem Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Regional
Serang, Cilegon dan Tangsel Zona Merah, Bagaimana dengan Pilkada?

Serang, Cilegon dan Tangsel Zona Merah, Bagaimana dengan Pilkada?

Regional
Aktivitas Gunung Semeru Melandai, Sebagian Besar Pengungsi Sudah Kembali ke Rumah

Aktivitas Gunung Semeru Melandai, Sebagian Besar Pengungsi Sudah Kembali ke Rumah

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Kampanye Pilkada di Kabupaten Ketapang Kalbar Dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Kampanye Pilkada di Kabupaten Ketapang Kalbar Dibubarkan

Regional
Hari Ini Aktivitas Gunung Semeru Melandai, Tetap Waspada karena Masih Fluktuatif

Hari Ini Aktivitas Gunung Semeru Melandai, Tetap Waspada karena Masih Fluktuatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X