Pemkot Malang Siapkan Lokasi Khusus untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

Kompas.com - 24/07/2020, 15:05 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Jumat (24/7/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Jumat (24/7/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang menyiapkan pemakaman khusus untuk jenazah Covid-19.

Hal itu untuk mempermudah petugas dalam melakukan proses pemakaman.

Lokasi pemakaman khusus jenazah Covid-19 itu berada di Kelurahan Muharto, Kecamatan Kedung Kandang.

Sebelumnya, lokasi itu merupakan tempat pemakaman bagi jenazah yang identitasnya tidak diketahui.

Baca juga: Mendagri: Saya Tidak Pernah Sampaikan Jenazah Covid-19 Harus Dibakar

"Sementara kami pakai di Muharto itu ya. Di sana ada makam yang dulu kami siapkan untuk Mr X (identitas tidak diketahui). Itu kapasitasnya antara 100 sampai 150 orang," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, saat diwawancara di Balai Kota Malang, Jumat (24/7/2020).

Pihaknya juga sedang mempersiapkan lahan di lokasi lain yang juga akan dijadikan pemakaman khusus jenazah Covid-19.

Lahan itu juga berada di Kecamatan Kedung Kandang.

"Itu tanah milik kami yang di bawah Sutet, kan tidak bisa dibangun apa-apa. Itu nanti kami akan buat makam. Untuk mengarah ke sana jalannya harus kami benahi juga," kata dia.

Sutiaji mengatakan, penyediaan pemakaman khusus bagi jenazah Covid-19 itu untuk mempermudah petugas saat melakukan proses pemakaman, baik dari kontur lokasi atau akses menuju ke lokasi pemakaman tersebut.

"Bukan karena ada penolakan dari warga. Ini untuk mempermudah saudara-saudara yang memakamkan jenazah. Apalagi pemakamannya bisa sampai malam," kata dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Dibunuh dengan Raket Nyamuk Setelah Pelaku Ikuti Mimpi dan Omongan Dukun

Pria Ini Dibunuh dengan Raket Nyamuk Setelah Pelaku Ikuti Mimpi dan Omongan Dukun

Regional
Benda Diduga Bom Ditemukan di Masjid Kampus UNY

Benda Diduga Bom Ditemukan di Masjid Kampus UNY

Regional
Cari Carol Merie, Petugas Menyelam Sampai Kedalaman 40 Meter di Teluk Ambon

Cari Carol Merie, Petugas Menyelam Sampai Kedalaman 40 Meter di Teluk Ambon

Regional
Gadis 14 Tahun Putus Sekolah dan Jadi Buruh Ikat Rumput Laut Demi Hidupi Keluarganya, Eks TKI Malaysia

Gadis 14 Tahun Putus Sekolah dan Jadi Buruh Ikat Rumput Laut Demi Hidupi Keluarganya, Eks TKI Malaysia

Regional
Hendak Temui Anak di Kampung, Suami Istri Pedagang Ketoprak Meninggal Kecelakaan

Hendak Temui Anak di Kampung, Suami Istri Pedagang Ketoprak Meninggal Kecelakaan

Regional
Sebelum Melingkar di Atas Tubuh Nenek, Ular Kobra Sempat Terlihat di Selokan

Sebelum Melingkar di Atas Tubuh Nenek, Ular Kobra Sempat Terlihat di Selokan

Regional
'Saya Menggugat Warisan Bukan untuk Diri Sendiri, tapi untuk Mama dan Adik-adik'

"Saya Menggugat Warisan Bukan untuk Diri Sendiri, tapi untuk Mama dan Adik-adik"

Regional
Tanggapi Unjuk Rasa Forum Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara Siap Berdiskusi

Tanggapi Unjuk Rasa Forum Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara Siap Berdiskusi

Regional
Pria Ini Dibunuh dengan Raket Nyamuk karena Dituduh Kirim Santet ke Keluarga Pelaku

Pria Ini Dibunuh dengan Raket Nyamuk karena Dituduh Kirim Santet ke Keluarga Pelaku

Regional
4 Tenaga Medis di Tanjungpinang Terpapar Virus Corona

4 Tenaga Medis di Tanjungpinang Terpapar Virus Corona

Regional
Habiskan Rp 141,082 Miliar, Ini Bangunan Terdampak Kerusuhan Papua yang Sudah Direkontruksi

Habiskan Rp 141,082 Miliar, Ini Bangunan Terdampak Kerusuhan Papua yang Sudah Direkontruksi

Regional
Dikendalikan Napi Pekanbaru, 3 Penyelundup Narkoba Ditangkap di Perbatasan

Dikendalikan Napi Pekanbaru, 3 Penyelundup Narkoba Ditangkap di Perbatasan

Regional
Dinas Pertanian Muaro Jambi Khawatirkan Dampak Pembangunan Stockpile Batu Bara

Dinas Pertanian Muaro Jambi Khawatirkan Dampak Pembangunan Stockpile Batu Bara

Regional
Kesaksian Warga yang Melihat Penampakan Awan Tsunami di Meulaboh: Menakutkan Sekali...

Kesaksian Warga yang Melihat Penampakan Awan Tsunami di Meulaboh: Menakutkan Sekali...

Regional
Polisi Tembak 2 Bandar Narkoba Bersenjata Api di Jambi

Polisi Tembak 2 Bandar Narkoba Bersenjata Api di Jambi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X